Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Agnostik

Tatkala tubuh melepuh di kilometer 5, di mana tanganmu? Tatkala teriak kesakitan menggema setinggi langit, di mana dirimu? Tatkala segala terbakar, hancur, remuk, di mana bayangmu? Aku tergugu di pinggir pagar jurang ini: Bertanya sekali lagi, Di mana dirimu? Kemarahan, kesedihan, keputusasaan menjadi kredo. Dan kau diam, tak satu hurufpun untukku! Lalu, apa yg engkau mau dari peristiwa dan keadaan ini? agar kami beroleh hikmat? agar kami beroleh kesabaran? agar kami beroleh pengetahuan? Adalah kau satu-satunya pengharapan, Adalah kau satu-satunya tempat tujuan, Adalah kau satu-satunya jawaban. Oh, memang, tak guna menggugat, tak guna berbicara, tak guna mengaduh. Kau mencoba untuk menguji sekuat apa karyamu ini! Baik!! I'll show you, sekuat apa karyamu ini di sini.