Malaikat dan Keheranan
Heran adalah kata yang tak cukup tepat untuk maksud ini. Tetapi, kata apa ya yang pantas untuk mewakili keterheranan ini. Nah lho? Herannya kata heran bisa muncul dengan leluasanya. Matahari sepenggalah tingginya. Jangan tanya panasnya macam apa. Sepertinya sayang membiarkan kulit gosong terpanggang matahari, tetapi heran aku membiarkan saja tanpa krim pelindung apapun. Ya ampun, krim pelindung! Tabir surya. Kulit saja membutuhkan pelindung, bagaimana kamu. Nak? Hatimu yang berkelojot dalam kesumpekan bukannya karena terlalu tebal perlindungan yang melingkupinya? Seharusnya, bebaskan kesejatian rasamu menjadi aktualitas yang tak perlu diherani apalagi diinterupsi oleh ribuan kata: andaikan, andai kata, umpama, andai saja. Phuih! Betapa tidak ada originalitas berpikir dan berasa. Kamu seperti robot yang kebanyakan saklar! Kamu mengerang dalam kesepian kata. Tak selembar huruf menepi untuk mengatakan padamu, betapa sia-sia segala hal yang terlihat oleh mata! Liha...