Malaikat dan Sahilna
terik matahari sore membias diteras belakang rumah ada tingkap angin terlepas di permukaan kolamku kilau dan sapuan riak menepi memberiku kata: SAHILNA, SAHILNA... termangu aku memikirkan kata yang tak kumengerti ini. bagaimana kata menjelma menjadi ujud, itu yang kupahami namun kala kata tanpa ujud membentuk bunyi apa yang yang harus kumengerti? SAHILNA is Sahilna. Sesuatu yang tidak ada telah menjadi ada. dan kemustahilan tak selalu mustahil. Ah, kecipak air dan kepak sayap angin meredakan kebuntuan pikir. kuhalau kata agar tak sempat mampir lagi di kolamku yang bening di sore ini.