brand-new me

bisakah aku meletakkan sehelai nafas ini di sini?
di lembah tersunyi tetapi terang benderang ...
sehelai nafas yang rapat menggenggam penat tanpa kata-kata

menemu teman seperjalanan yang sia
merebut seri cahaya menjadi hamparan kesedihan yang tak berwatas

bisakah aku meletakkan sehelai nafas ini di sini?
agar terjumput oleh garang matahari
menjadi angin yang berlari ke sgala arah

lalu Tuhanku berkata: tiba saatmu melepas smua yg kau punya. 
Sangkal dirimu.
akupun meletakkan nafasku perlahan, melipatnya dalam rapuh
meninggalkannya tanpa sepatah kata lagi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk Felicita

Malaikat dan kunang-kunang