Komentar Malaikat dalam facebook
Teknologi merambat cepat ke dindingku, Lalu muncul wajahmu yang seribu juta kali menghuni dinding angkasa. Aku tak akan berteman denganmu, Karena, Satu alasan terutama: menyebut dan melihatmu adalah pamali. Hatiku sudah hancur terempas di dinding batu itu, Dan kian remuk; permainanmu adalah sumo. Banting, jegal, dorong dan lempar. Aku mencucurkan air mata dengan tak berdaya. Ya, aku kalah. Ya, aku berdarah-darah. Tak ada mahkota untuk pecundang. Jadi aku tutup dinding dengan sepasang mata yang menikam jahat. Kau sungguh jahat, desisku marah sekaligus putus asa. Ya, Tuhan biarlah keadilanmu yang menimbang. Tak akan ada peduli untuk orang sejahat itu. Karena ia tak penting sama sekali. Lalu wall kututup.