. Malaikat melukis Rasa dan Warna


Hamparan rasa itu melebar seluas langit
Tangan dan jemari tak pernah cukup melipatnya.
Rasa itu,
Menggugah dan membangunkan
Memandang keluasan langit bergradasi ragam warna
Memberiku kata: rasamu beragam
Hitam gelap, abu-abu,kemilau biru, jingga, kuning, putih.
Tetapi tanyaku tetap kau biarkan sunyi:
Apa warnamu sesungguhnya?
Apa rasamu sesungguhnya?
Kaupun berdesah penuh ejek:
Seberapa penting kau tahu warna dan rasa sejatiku kalau matamu hanya mahir melihat yang terlihat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk Felicita

Malaikat dan kunang-kunang