JokTeng Jogjakarta Ada jeda sejenak merampas waktu dalam ingatan akan kotaku yang dulu lugu bertutur bisu kini merapatkan hati penuh rindu JokTeng di kotaku ketika awan tergenggam dalam terik ia bercerita tentang ragam jutaan cerita di langitnya yang biru tak lagi cerita menjalar lewati lalu lalang kabel kotaku tak pengap oleh rindu namun sesak oleh lalu lalang kata dalam berita berhentilah sejenak supaya kau beroleh sehamparan panorama yang mengisahkan masa, di mana kata menjelma menjadi serangkaian jejak membayangi jalan-jalan beraspal yang legit tercium matahari kemarau jejak itu bernama lampu merah JokTeng