Postingan

Gambar
 JokTeng Jogjakarta Ada jeda sejenak merampas waktu  dalam ingatan akan kotaku yang dulu lugu bertutur bisu  kini merapatkan hati penuh  rindu JokTeng  di kotaku ketika awan tergenggam dalam terik ia bercerita tentang ragam jutaan cerita di langitnya yang biru tak lagi cerita menjalar lewati lalu lalang kabel kotaku tak pengap oleh rindu namun sesak oleh lalu lalang kata dalam berita berhentilah sejenak  supaya kau beroleh sehamparan panorama yang mengisahkan masa, di mana kata menjelma menjadi serangkaian jejak   membayangi jalan-jalan beraspal yang legit tercium matahari kemarau jejak itu bernama lampu merah JokTeng

Kopi dan Ikan

Gambar
Kopi dan Ikan beri tau aku, bagaimana ikan menikmati secangkir kopi! selarik utopia, dengus si ilalang  kecipak air meredakan dahaga harapan berita tau aku, kapan harapan berdusta pada usaha? pada secangkir kopi yang menemu tuan pada sirip-sirip ikan yang menemu kecipak air  entahlah, bunga ilalang tak begitu peduli biarlah waktu menemu maknanya sendiri
Gambar
Catatan di akhir hari Sepertinya semua gembiraku telah kau rampas tanpa sisa walau aku pernah mendengar: tak seorangpun bisa merampas bahagiamu tanpa seijinmu. itu menyedihkan. seperti dahan kering yang patah satu persatu di makan waktu dan angin. sekokoh apa sebuah pohon, sepucuk ranting tetaplah berarti! bagian dari diri sejati.  
Gambar
LEMONIA aku tidak memilih hidupku terbentuk dengan sendirinya mengikuti alur yang tak ku kenal setiap waktu adalah baru bagiku panggil aku lemonia segenap hidupku adalah rahasia yang terbuka mendoa menanya mengembara mencari cahaya utama panggil saja aku lemonia karena aku tidak memilih hidupku
Gambar
lihat air di kedalaman itu. bukankah merepuh dalam genggamanku. lihat air di permukaan itu, berkilau menampi cahaya matahari yang tak usai menyapa usia. tetapi, kali ini aku sungguh berterus terang padamu: nafasku kian melambat ditikam keheningan air dan pohon. sementara kata tak seajaib makna, mampukan aku melangkah pergi menyusur sungai abadiku. Pergi dengan ribuan pesan yang tenggelam di dasar sungai hening. jogja: february 14,2013.
Gambar
 Catatan Mei 2012 Tentu, tak ada kata menetes dari buku-buku jari kepalan tangan melemah menjadi penanda redupnya sukma. Maukah kau berhenti sejenak?  dengar sebilah pedang menebas udara dengan hening suci membunuh kematian yang menghadang jalan. aku sudah membatin sejak lama: kau tetap tak akan mengerti ini. Seperti takdir yg merajah nasib, seperti bukit terjal yang susah didaki. begitulah kata yg tak sanggup menetes dari buku-buku jari. selesai tetapi tak berhenti. Terus berjalan tetapi tetap lumpuh. begitulah hari- hari ini terajut oleh waktu tanpa masa. 

Malaikat dan Sahilna

terik matahari sore membias diteras belakang rumah ada tingkap angin terlepas di permukaan kolamku kilau dan sapuan riak menepi memberiku kata:     SAHILNA, SAHILNA... termangu aku memikirkan kata yang tak kumengerti ini. bagaimana kata menjelma menjadi ujud, itu yang kupahami namun kala kata tanpa ujud membentuk bunyi apa yang yang harus kumengerti?     SAHILNA is Sahilna. Sesuatu yang tidak ada telah menjadi ada. dan kemustahilan tak selalu mustahil. Ah, kecipak air dan kepak sayap angin meredakan kebuntuan pikir. kuhalau kata agar tak sempat mampir lagi di kolamku yang bening di sore ini.