JokTeng
Jogjakarta

Ada jeda sejenak merampas waktu 
dalam ingatan akan kotaku
yang dulu lugu bertutur bisu 
kini merapatkan hati penuh  rindu
JokTeng 
di kotaku
ketika awan tergenggam dalam terik
ia bercerita tentang ragam jutaan cerita di langitnya yang biru
tak lagi cerita menjalar lewati lalu lalang kabel
kotaku
tak pengap oleh rindu
namun sesak oleh lalu lalang kata dalam berita
berhentilah sejenak 
supaya kau beroleh sehamparan panorama yang mengisahkan masa,
di mana kata menjelma menjadi serangkaian jejak  
membayangi jalan-jalan beraspal yang legit tercium matahari kemarau
jejak itu bernama lampu merah JokTeng






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk Felicita

Malaikat dan kunang-kunang