Catatan Mei 2012
Tentu, tak ada kata menetes dari buku-buku jari
kepalan tangan melemah menjadi penanda redupnya sukma.
Maukah kau berhenti sejenak?
dengar sebilah pedang menebas udara dengan hening suci
membunuh kematian yang menghadang jalan.
aku sudah membatin sejak lama: kau tetap tak akan mengerti ini.
Seperti takdir yg merajah nasib, seperti bukit terjal yang susah didaki.
begitulah kata yg tak sanggup menetes dari buku-buku jari.
selesai tetapi tak berhenti. Terus berjalan tetapi tetap lumpuh.
begitulah hari- hari ini terajut oleh waktu tanpa masa.
Komentar
Posting Komentar