Surat untuk Felicita

Felicita,
Aku mesti pergi.
Waktu dan tempat yang membawaku dalam kesadaran kini
Bukanlah waktu dan tempatku yang senyatanya.
Pemilikku menemu aku dalam rantai cinta diri yang kelewat parah.
Katanya aku menjadi budak dari kepalsuan
Suatu wadah indah dari roh jahat yang menggoda manusia miliknya.
Aku percaya.
Aku percaya sejatinya rohku mencerca.
Bagaimana hati dibutakan mata.
Bagaimana  otak dibutakan hati.
Sia-sia anganku.
Aku tahu aku tak akan menemu kelegaan di mana pun di sini.
Kelegaanku yang sempurna hanya rumah asalku
Yang jauh melewati lapis kata dalam jutaan dimensii.
Di sana, sesungguhnya aku bisa tertawa dan melompat seindah kijang.
My real home.

Komentar

  1. jiwa petualang
    bertualang kemana suka tiada menghindar duka,,,
    siapa belenggu??
    jiwaku kubelenggu belengguku jiwaku
    arahkan aku oh jiwaku
    tuntun aku ya tuntun aku
    bertualang dan kembali ke rumahku
    rumah dimana aku dilahirkan
    dibesarkan
    kemana aku sungguh ingin pulang......

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaikat dan kunang-kunang