Malaikat dan Obor Waktu

Waktu memang tak kenal tunggu,kekasihku.
kau lihat, air melimpah di danau itu tak cukup menyimpan waktu
kau ingat, pohon tumbang di pinggir danau yang membalut romansa kita dulu
melapuk dan mengubah bentuknya menjadi tanah yang entah terbawa arus air ke mana

Aku melihat wajahmu tergena di pucuk senja tanpa sepatah kata
waktu memang tak kenal tunggu,kekasihku.
sgala dipertaruhkan untuk mengejar keberartian makna.
Namun seperti serigala lapar, waktu membuang dan mengasingkan smua mimpi
dan dalam jeda  hari, kini smua mimpi terkapar sunyi

Waktu memang tak kenal tunggu,kekasihku.
Sederet harapan dan mimpi akan teronggok rapi
menanti malaikat membawakan obor waktu baru
lalu menjemba dengan senyum tulus surgawi.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk Felicita

Malaikat dan kunang-kunang