Malaikat dan Televisi
Ketuklah pintu, manisku.
Aku pasti membuka tanpa ragu.
Memang, seharian aku menunggumu dengan beritamu yang itu-itu
Di depan televisimu, semua berita seperti berlomba meniru.
Apa sih yang baru?
Pembunuhan, korupsi, penghianatan, intrik,kebohongan, penipuan campur baur dengan berita ecek-ecek para sosialita dan selebrita ganti tas, potong kuku, ganti pacar atau pasangan.
24 jam sehari kau betah melotot di depan televisi hanya untuk mengetahui semua itu?
Di sisimu, ada anak-anak yang perlu belajar menggunakan garpu dan pensil.
Di sisimu yang lain, ada orang-orang yang perlu mendengar tawa renyahmu mengomentari karya-karya mereka. Roti kukus bantat, peyek kacang gosong atau sirup markisa yang benar-benar menyegarkan di hari yang panas.
Sekarang kau benar-benar mengetuk pintuku.
Aneh, hatiku melompat. Kau tak hendak berusaha menjadi bahan berita di televisi khan?
Aku pasti membuka tanpa ragu.
Memang, seharian aku menunggumu dengan beritamu yang itu-itu
Di depan televisimu, semua berita seperti berlomba meniru.
Apa sih yang baru?
Pembunuhan, korupsi, penghianatan, intrik,kebohongan, penipuan campur baur dengan berita ecek-ecek para sosialita dan selebrita ganti tas, potong kuku, ganti pacar atau pasangan.
24 jam sehari kau betah melotot di depan televisi hanya untuk mengetahui semua itu?
Di sisimu, ada anak-anak yang perlu belajar menggunakan garpu dan pensil.
Di sisimu yang lain, ada orang-orang yang perlu mendengar tawa renyahmu mengomentari karya-karya mereka. Roti kukus bantat, peyek kacang gosong atau sirup markisa yang benar-benar menyegarkan di hari yang panas.
Sekarang kau benar-benar mengetuk pintuku.
Aneh, hatiku melompat. Kau tak hendak berusaha menjadi bahan berita di televisi khan?
Komentar
Posting Komentar